Hari Ini Dua Tahun Silam Yang Lalu
Malam ini terasa sejuk sekali, tap kala derasnya hujan basahi bumi, menerpa debu debu yang bertaburan memberikan kesegaran pada alam.
Hati ini gelisah tak menentu, ada apa gerangan hatiku bertanya?
Apa yang telah terjadi disana, Wahai Bidadari Rumahku, mungkinkah Pangeran Penyejuk hatiku lagi sakit? Ataukah dirimu yang lagi kurang enak badan.
Tunggu aku sebentar lagi, karena ku harus kejarkan tugas ini,
Sabarlah wahai hatiku yang gundah, kita do'akan saja mereka aman disana
Mudah mudah sang penguasa melindungi mereka.
Tengah malam yang sepi,
akhirnya usai sudah tugasku, kini ku harus segera pulang
menemui sang bidadari hati juga pangeran penyejuk hati yang senantiasa menjaga bidadariku
Tunggu Ayahmu hai pangeranku Ayah sebentar lagi pulang
untuk merangkulmu dalam pelukan kasih sayangku
Dijalanan sepi sunyi,
Oh Tuhan sepinya malam ini, bak hutan belantara yang berwujudkan bata tersusun,
Tapi biarkan saja karena aku harus segera sampai,
agar hatiku ini tak lagi risau gundah gulana,
Hai Hatiku yang lagi gusar,
Sabar, kita sebantar lagi tiba,
Kubuka Pintu Kuucapkan do'a salam untukmu,
Betapa sejuknya hati ini tak kala mendengar mendengar sambutan bidadari hatiku
Ayah..kau sudah kembali, Masuklah kami sudah menunggu sejak tadi
Putramu yang kedua dari tadi tak kunjung tidur,
Ibu pun awalnya tak tau kenapa,
Aku berlari menghampiri,
Kudekap Putraku yang lagi tersenyum melihat kepulanganku,
Hai Pangeran ku ada apa gerangan kau tak kunjung tidur,
Apakah ada yang salah ditubuhmu,
Hatiku ini terus bertanya tanya meski keadaannya tak lagi gusar seperti sedia kala,
Bidadari berkata,
Ayah lupa yach kan malam ini hari kelahiran adik,
Makanya dari tadi ia belum tidur karena menunggu ayah,
Mungkin ia kangen denganmu Yah,
Berlinang Airmataku,
Mendengar ceritamu aku tak sedih dan bahagia,
dihari kelahiran nya ini aku jauh disampingnya,
dan tak bisa memeberikan apa apa,
Namun aku bahagia ia kini sudah tumbuh memberikan kebahagiaan diantara kita
Ku Ingat 2 tahun yang lalu,
betapa susahnya kau berjuang melahirkannya,
Tak perlu sedih ayah,
Nanti tiba saatnya jika kita usah ada
yang penting saat ini kita bisa memberikan ilmu
yang bermanfaat baginya,
agar kelak ia bisa berguna baik bagi dirinya
ataupun bagi orang sekitarnya.
Bidadariku,
Kau memang penyejuk kalbu,
Akan kukasihi kau selalu,
kan kucium keningmu denga cinta dan sayangku,
Dan aku akan berusaha jadi Imammu yang kau damba, Amin
Malam ini terasa sejuk sekali, tap kala derasnya hujan basahi bumi, menerpa debu debu yang bertaburan memberikan kesegaran pada alam.
| Pangeran Penyejuk Hati |
Hati ini gelisah tak menentu, ada apa gerangan hatiku bertanya?
Apa yang telah terjadi disana, Wahai Bidadari Rumahku, mungkinkah Pangeran Penyejuk hatiku lagi sakit? Ataukah dirimu yang lagi kurang enak badan.
Tunggu aku sebentar lagi, karena ku harus kejarkan tugas ini,
Sabarlah wahai hatiku yang gundah, kita do'akan saja mereka aman disana
Mudah mudah sang penguasa melindungi mereka.
Tengah malam yang sepi,
akhirnya usai sudah tugasku, kini ku harus segera pulang
menemui sang bidadari hati juga pangeran penyejuk hati yang senantiasa menjaga bidadariku
Tunggu Ayahmu hai pangeranku Ayah sebentar lagi pulang
untuk merangkulmu dalam pelukan kasih sayangku
Dijalanan sepi sunyi,
Oh Tuhan sepinya malam ini, bak hutan belantara yang berwujudkan bata tersusun,
Tapi biarkan saja karena aku harus segera sampai,
agar hatiku ini tak lagi risau gundah gulana,
Hai Hatiku yang lagi gusar,
Sabar, kita sebantar lagi tiba,
Kubuka Pintu Kuucapkan do'a salam untukmu,
Betapa sejuknya hati ini tak kala mendengar mendengar sambutan bidadari hatiku
Ayah..kau sudah kembali, Masuklah kami sudah menunggu sejak tadi
Putramu yang kedua dari tadi tak kunjung tidur,
Ibu pun awalnya tak tau kenapa,
Aku berlari menghampiri,
Kudekap Putraku yang lagi tersenyum melihat kepulanganku,
Hai Pangeran ku ada apa gerangan kau tak kunjung tidur,
Apakah ada yang salah ditubuhmu,
Hatiku ini terus bertanya tanya meski keadaannya tak lagi gusar seperti sedia kala,
Bidadari berkata,
Ayah lupa yach kan malam ini hari kelahiran adik,
Makanya dari tadi ia belum tidur karena menunggu ayah,
Mungkin ia kangen denganmu Yah,
Berlinang Airmataku,
Mendengar ceritamu aku tak sedih dan bahagia,
dihari kelahiran nya ini aku jauh disampingnya,
dan tak bisa memeberikan apa apa,
Namun aku bahagia ia kini sudah tumbuh memberikan kebahagiaan diantara kita
Ku Ingat 2 tahun yang lalu,
betapa susahnya kau berjuang melahirkannya,
Tak perlu sedih ayah,
Nanti tiba saatnya jika kita usah ada
yang penting saat ini kita bisa memberikan ilmu
yang bermanfaat baginya,
agar kelak ia bisa berguna baik bagi dirinya
ataupun bagi orang sekitarnya.
Bidadariku,
Kau memang penyejuk kalbu,
Akan kukasihi kau selalu,
kan kucium keningmu denga cinta dan sayangku,
Dan aku akan berusaha jadi Imammu yang kau damba, Amin
Komentar
Posting Komentar